CHILLING [C]ACOPHONY

Anda tahu berapa ketinggian Monumen Nasional di Jakarta? Kalau belum tahu, tingginya 132 meter (beberapa versi menyebutkan 137 meter). Nah, air terjun atau Curug Citambur yang berada di Cianjur memiliki ketinggian kurang lebihnya 100 meter. Berarti ibarat seseorang di monas menumpahkan air berjuta-juta galon kubik ke daratan di bawahnya. Dahsyat!

DSC09731

Air terjun yang terletak di Desa Karang Jaya, Kecamatan Pagelaran, Cianjur Selatan, Jawa Barat ini menyuguhkan suasananya alami dan jauh dari sentuhan modernisasi. Padahal, destinasi wisata ini sebenarnya tidak jauh dari Kota Cianjur dan Kota Bandung. Kurang dari 100 kilometer alias sekitar 2 jam perjalanan saja. Hanya saja, perjuangan untuk mencapainya tidak mudah. Minim informasi dan minim petunjuk arah!

Menurut penduduk sekitar, asal muasal nama Citambur berasal dari kata Ci yang berarti Cai dan Tambur yang merupakan semacam tetabuhan yang nyaring. Deburan dari air terjun ini memang hingar bingar dan memekakkan telinga. Dari jarak sekitar 500 meter saja anda sudah mampu mendengar deru air yang menghempas sungai di bawahnya.

DSC09756

Sunyi dan Alami

Sekeliling air terjun terlihat masih sangat hijau. Tebing tinggi membentang dari arah Barat ke Timur. Kondisi sekitar air terjun masih cukup bersih dan alami. Airnya sangat jernih, tapi tidak terlalu dingin.

Air terjun ini cocok dinikmati dari kejauhan. Jangankan mendekat, dalam jarak 100 meter dari air terjun saja anda sudah basah kuyup. Semburan uap airnya sangat kuat seperti disembur alat cuci steam.

suasana lembahan

Kealamian tempat ini terlihat dari sedikitnya pengunjung yang datang. Anda bisa merasakan tenangnya suasana alam, ditemani suara air terjun, gemerisik angin di dedaunan, hingga kicauan burung yang masih terdengar riuh. Suasana yang sangat tepat untuk menjauhkan diri dari hingar bingar ibukota yang menjemukan.

Memang tempat ini sebetulnya sudah dikelola oleh Perhutani Jawa Barat. Namun belum maksimal. Buktinya sudah ada gerbang retribusi dan beberapa warung di pinggir jalan. Untuk masuk ke area Curug Citambur, anda diharuskan membayar Rp.2500 pada hari biasa, atau Rp.3000 di akhir pekan. Biaya yang tidak mahal untuk menikmati air terjun yang masuk dalam 10 besar air terjun tertinggi di Indonesia bukan?

Pesona yang anda dapat nikmati di tempat ini, selain hanya memandangi kemegahan Curug Citambur, anda juga dapat menikmati beberapa air terjun kecil di bawahnya. Kalau di air terjun kecil, anda bisa bermain air, sebab sungai di bawahnya cukup dangkal dan semburan airnya tidak terlalu kencang.

Kalau penasaran ingin menikmati sajian Curug Citambur dari atas, ada jalan setapak kecil yang membelah hutan. Mendaki sekitar setengah jam, anda akan muncul diatas tebing setinggi 100 meter. Pemandangan yang disajikan dari atas tiada duanya. Namun harap berhati-hati, sebab di pinggir tebing tidak ada alat pengaman seperti pagar yang terpasang. Selain itu, pastikan juga anda menggunakan alas kaki yang memadai, sebab jalurnya berupa tanah yang dipastikan licin.

DSC09773

Anda memiliki banyak waktu luang? Maka tempat ini cocok untuk dijadikan camping ground. Pemandangan yang tersaji bisa membuat anda lupa untuk pulang. Jangankan sungainya, selokan air untuk irigasi saja sangat jernih. Sayang, keberadaan WC umumnya tidak terurus. Namun soal konsumsi, anda tidak perlu khawatir karena banyak warung yang berlokasi di sekitar gerbang.

suasana dibawah curug

 

Dua Rute, Dua Petualangan

DSC09789

Soal akses, ada dua rute yang bisa ditempuh. Rute pertama, langsung dari Kota Cianjur. Arahkan kendaraan anda menuju selatan ke arah Sindangbarang. Nikmati saja aspal mulus hingga Kecamatan Pagelaran. Dari situ, anda harus sedikit bertanya kepada penduduk sekitar, karena memang tidak ada penunjuk arah menuju air terjun.

Kalau anda menggunakan kendaraan umum, pertama-tama tentunya anda harus menuju Kota Cianjur. Dari kota, lanjutkan perjalanan anda dengan bus atau angkutan elf dengan tujuan Sindangbarang. Jangan lupa untuk minta diturunkan di Pagelaran.  Setelah itu, anda bisa naik ojek atau angkutan pedesaan menuju Desa Karang Jaya atau Curug Citambur. Dari pertigaan di Pagelaran ini jarak ke lokasi tempat wisata masih sekitar 15 kilometer dengan kondisi aspal yang mulus.

sedikit offroad

Rute kedua, lebih menantang adrenalin, karena anda harus ber-offroad ria. Bukan offroad sesungguhnya, karena mobil pribadi (asalkan jangan sedan) masih mampu melaluinya. Jalan yang dimaksud berupa jalan khas pedesaan dengan lubang-lubang yang menghadang. Namun, lagi-lagi anda akan dimanjakan oleh pemandangan nan hijau khas kebun teh, dan pepohonan hijau di sepanjang jalan. Suasana rutenya juga cukup ramai.

Berminat menjajal petualangan yang lain dari biasanya? Dari Kota Bandung, arahkan kendaraan anda menuju Ciwidey. Dari Ciwidey, anda akan memulai rute ”off-road” melalui kebun teh Sinumbra yang eksotis. Tidak perlu takut nyasar, sebab jalur ini akan langsung membawa anda menuju gerbang masuk Curug Citambur. Jika anda berminat menempuh rute ini, dari Ciwidey menuju Citambur akan memakan waktu sekitar dua jam.

kebun sinumbra

Tidak ada salahnya juga mengombinasikan kedua rute ini. Berangkat dari Kota Cianjur dan pulang menuju Ciwidey, atau sebaliknya. Namun jika memilih opsi pertama, anda bisa mengistirahatkan tubuh yang sudah pegal setelah bertamasya seharian dengan hangatnya kolam air hangat Ciwalini di Ciwidey.

Berhubung anda sudah berada di Ciwidey, jika masih ada waktu yang tersisa, anda bisa lanjutkan lagi petualangan anda mengeksplorasi Situ Patengan, Kawah Putih, hingga Bumi Perkemahan Rancaupas. Mungkin akan menjadi petualangan yang sangat berkesan untuk akhir pekan anda bukan?

DSC09733

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s