[I]GNITE

Semua sesuai rencana?

Ya enggak juga.

“Ijen.” Begitu ungkap Dian saat saya bertanya mau bulan madu kemana.

“Naik motor?” Saya bertanya kembali.

“Terserah,”jawabnya singkat. Sungguh satu kata itu jika diucapkan oleh seorang perempuan akan memiliki jutaan makna. Namun kali itu saya yakin. Artinya “Iya”.

Selepas acara pernikahan 11 Oktober 2015 kemarin, Dian memang sudah punya waktu kosong satu minggu. Memang jatah bulan madu. Tapi kalau enaik motor, apa sempat? Ya menghabiskan waktu berduaan dengan istri diatas motor memang romantis. Itu kalau kecepatannya dibawah 20km/jam. Tapi ketahuilah, apakah Agun yang kalian kenal selama ini pernah berkendara dengan kecepatan segitu. Apalagi rute Pantura-Jatim yang penuh dengan optimus prime yang berlalu lalang.

Nei nei nei. Seminggu sebelum nikah, Kuroikaze telah menjalani operasi finalnya dan sekarang memasuki tahap X. Kuroikaze Mark.X. Mark of the decade, yang membuat inisialnya lengkap disebut KZX. Kawasaki ZX-130 (ya mestinya AN-130). Tapi yahhh… Intinya sudah sesuai serinya, sesuai namanya, dan sesuai filosofinya.

Btw, Canon aja bisa ngasih nama EOS 1D X sebagai penentu bahwa kamera tersebut sudah memasuki generasi ke-sepuluh. Ya saya juga bisa dong, ngasih nama seenak bulu kaki. Ngasih nama seenak udel udah terlalu mainstream soalnya.

Lalu soal timingnya, kembali ke persoalan tadi. Sempet nggak, riding dengan rute Bandung-Yogyakarta-Surabaya-Ijen-Surabaya-Yogyakarta-Bandung? Bisa saja. Kalau waktunya dua minggu. Kalao ini kan cuma seminggu. Dipaksain malah cape di jalan. Apalagi nanti ke Ijen kudu mendaki juga. Iya kalo saya bareng sama Master yang dulu mukanya jelek tapi sekarang rada mendingan sebab sudah tobat, kuat. Tapi ini Dian. Ini istri. Perlakuannya harus beda.

Setelah hitung hitungan amplop, oh ya Alhamdulillah. Ternyata bisa juga pake opsi kereta api. Jadi motor diangkut sampe Surabaya, baru start dari situ. Pulangnya ya balik lagi ke SBY, naekin motor lagi pake kereta api. Semua senang.

Tapi heee, kamu yang ngaku-ngaku Tourmaster kok motor dinaekin kereta? Apa nggak malu?

Soal Bandung-Surabaya saya udah pernah. Rutenya udah tau, dan makan waktu dua hari. Itu sendirian nggak boncengan, dan bareng sama kawan2 ZX-Bandoengers yang gila bawa motornya. Ini saya mau bulan madu. Kok situ yang protes?

Inti dari Bulan Madu koplak macam ini kan, to tell the tale. Buat kawan-kawan yang lain. Apalagi kalau nanti saya punya anak. Cerita ke anak, dulu ayah kesini naik motor, blablabla. Perasaannya dijamin luar biasa dan nggak bisa dibayangin.

Latar belakang lainnya? Bisa dibilang sesuai judul sih. Bagaimana menyalakan api romansa dalam sebuah petualangan. Punya istri yang baru aja dinikahin, mesti harus tahu kelakuan saya selama di jalan. Apa sih yang saya nikmatin saat naik motor. Apalagi ini dilanjut naik gunung. Paket lengkap dari “Motorcycles, Outdoor, Utilities, Nature, and Travels”. [MOUNT].

Jadinya istri saya juga bisa merasakan senang-senangnya saat jalan-jalan, sembari mengenal lebih jauh karakter saya selama di jalan, dan alam bebas.

Sooo, lain kali saya ada Touring, Hiking, atau lagi ngebawa klien, Dian sudah nggak bisa ngelarang. Opsi buatnya cuma dua. Ikut, atau enggak. Kalau mau ikut, jangan rewel, kan udah tau rasanya.

Yaaa, that’s my way to ignite her. Kalau bukan waktu itu, ya kapan lagi?

IMG_0740.JPG

*Tulisan ini adalah bagian pertama dari Honey Ride Series. Klik tautan ini untuk membaca lanjutannya -> Part. 2

Iklan

3 pemikiran pada “[I]GNITE

  1. Ping-balik: [J]OYRIDE | [MOUNT]
  2. Ping-balik: [E]NTREE | [MOUNT]
  3. Ping-balik: [N]EXUS* | [MOUNT]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s